Lewati ke konten utama
Kualanamu International Airport

Tentang Kami

Menghubungkan Sumatera Utara dengan Dunia

PT Angkasa Pura Aviasi mengelola Bandara Internasional Kualanamu dengan komitmen menghadirkan layanan kebandarudaraan yang aman, modern, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan.

Sejarah Bandara Internasional Kualanamu

Bandara Internasional Kualanamu hadir sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur transportasi udara di Sumatera Utara dan terus berkembang menjadi gerbang internasional yang modern.

Gagasan Pemindahan Bandara
1994

Gagasan Pemindahan Bandara

Pemerintah mulai menggagas pemindahan Bandara Polonia ke lokasi baru sebagai respons terhadap meningkatnya pertumbuhan lalu lintas udara. Bandara Polonia yang telah beroperasi lebih dari 85 tahun dinilai memiliki keterbatasan kapasitas dan ruang pengembangan karena berada di pusat Kota Medan, sehingga diperlukan bandar udara baru yang mampu mendukung kebutuhan transportasi udara di masa depan.

Pembangunan Bandara Dimulai
2006

Pembangunan Bandara Dimulai

Pembangunan Bandar Udara Internasional Kualanamu secara resmi dimulai pada 29 Juni 2006, sebagai bagian dari rencana jangka panjang pemindahan pusat transportasi udara Medan dari Bandara Polonia yang sudah terlalu padat. Berlokasi di Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang โ€” sekitar 23 kilometer dari pusat kota Medan โ€” bandara ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 1.365 hektare, yang sebelumnya merupakan perkebunan kelapa sawit milik Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa. Proyek ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan gerbang penerbangan internasional modern yang mampu mendukung kebutuhan transportasi udara jangka panjang Sumatera Utara.

Bandara Internasional Kualanamu Resmi Beroperasi
2013

Bandara Internasional Kualanamu Resmi Beroperasi

Bandara Internasional Kualanamu resmi beroperasi pada 25 Juli 2013 menggantikan Bandara Polonia sebagai bandar udara utama di Kota Medan. Penerbangan komersial perdana dilayani oleh Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA181. Dengan landas pacu sepanjang 3.750 meter, bandara ini mampu melayani pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 serta memiliki kapasitas awal sekitar 8,1 juta penumpang per tahun, menjadikannya salah satu bandara modern terbesar di Indonesia.

Peresmian Resmi dan Operasional Kereta Bandara
2014

Peresmian Resmi dan Operasional Kereta Bandara

Bandara Internasional Kualanamu diresmikan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 27 Maret 2014. Pada tahun yang sama, layanan Kereta Bandara Railink mulai beroperasi, menghubungkan Bandara Internasional Kualanamu dengan Stasiun Medan dalam waktu sekitar 30 menit. Kehadiran layanan ini menjadikan Bandara Internasional Kualanamu sebagai bandara pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan layanan kereta bandara.

Melampaui Kapasitas Desain Tahap I
2018

Melampaui Kapasitas Desain Tahap I

Pada tahun 2018, Bandara Internasional Kualanamu melayani lebih dari 10,5 juta penumpang, melampaui kapasitas desain tahap I yang dirancang untuk sekitar 8,1 juta penumpang per tahun. Pertumbuhan lalu lintas penumpang yang signifikan ini menjadi dasar bagi penyusunan rencana pengembangan kapasitas terminal dan fasilitas pendukung guna mengakomodasi kebutuhan transportasi udara yang terus meningkat.

Era PT Angkasa Pura Aviasi
2022

Era PT Angkasa Pura Aviasi

Pada tahun 2022, pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu beralih kepada PT Angkasa Pura Aviasi sebagai bagian dari transformasi sektor aviasi nasional melalui pembentukan Holding BUMN Aviasi Indonesia. Transformasi ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan tata kelola, kualitas pelayanan, inovasi, serta percepatan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu sebagai gerbang utama dan hub penerbangan di wilayah Sumatera.

Menghubungkan Sumatera Utara dengan Dunia | KNO Airport